Monday, March 5, 2012

Remaja Sehat Justru Lebih Bahagia





Penelitian terbaru menunjukkan bahwa remaja yang merokok, minum alkohol dan makan junk food secara signifikan menunjukkan perasaan tidak bahagia dibandingkan teman-teman seumurannya.

Penelitian oleh Institute for Social and Economic Research di Essex University terhadap 5.000 anak berusia 10-15 tahun yang dilakukan dengan menanyakan mengenai keluarga, teman sekolah, dan kehidupan mereka secara keseluruhan serta mengukur skor tingkat kebahagian anak-anak.

Hasil penelitian menemukan bahwa kebiasaan tidak sehat, seperti minum alkohol, merokok, dan tidak berolahraga, berkaitan erat dengan skor kebahagiaan yang sangat rendah, bahkan setelah faktor-faktor lain, seperti pendapatan dan pendidikan orang tua, turut diperhitungkan.

Remaja yang rajin mengonsumsi buah dan sayuran dan kurang mengonsumsi makanan, seperti keripik, permen dan minuman soda, dikaitkan dengan skor kebahagiaan yang tinggi. Remaja yang suka berolahraga juga memiliki skor kebahagiaan yang tinggi.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa remaja yang memiliki kebiasaan tidak sehat memiliki skor tingkat kebahagiaan empat hingga lima kali lebih rendah dibandingkan remaja yang memiliki gaya hidup sehat. Bahkan, remaja yang merokok memiliki skor lima kali lebih rendah dibandingkan remaja non-perokok.

Peneliti juga menemukan hasil yang mengejutkan bahwa, kebiasaan tidak sehat cenderung berubah saat anak memasuki usia 13-15 tahun. Peneliti menemukan bahwa pada usia tersebut, kebiasaan mengonsumsi buah dan sayuran serta rutin berolahraga mengalami penurunan rata-rata 11 persen. Sebaliknya, kebiasaan merokok dan minum alkohol justru naik dari 8 persen menjadi 41 persen.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja sudah gagal untuk membiasakan mengonsumsi makanan sehat, dan malah mulai mengonsumsi alkohol di usia muda. Jika dibiarkan ini akan menjadi masalah baginya di kemudian hari. Remaja harus memiliki gaya hidup sesehat mungkin. Mencontoh menjalani perilaku orang dewasa yang tidak bahagia sama sekali tidak akan membuat mereka tampak dewasa," papar peneliti Dr Cara Broker, dilansir melalui Dailymail, Senin (5/3).



SUMBER

Website yang membahas Tentang Game terupdate

Comments


EmoticonEmoticon