Minggu, 24 Oktober 2010

Suka Pilih-pilih Makanan Termasuk Penyakit


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


New York, Dampak langsung dari kebiasaan pilih-pilih makanan memang tidak seburuk gangguan pola makan yang lain. Namun jika dibiarkan, dalam jangka panjang gangguan ini bisa mengancam kesehatan tulang dan jantung.

Dikutip dari Dailymail, Minggu (11/7/2010), seseorang yang mengalami Selective Eating Disorder (SED) tidak mampu mengontrol pilihan makanan yang akan disantap. Misalnya hanya mau makan jenis makanan tertentu, atau makanan yang dimasak dengan cara tertentu.

Dibandingkan dengan gangguan pola makan yang lain seperti anorexia atau bulimia, SED memang kurang banyak mendapat perhatian. Selain dampak yang terlihat tidak terlalu banyak, banyak teori yang menyebut SED sebagai sebuah fase yang normal dalam pertumbuhan psikologis seorang anak.

Masalah baru muncul ketika gangguan ini dialami oleh orang dewasa, yang menerapkan batasan terlalu ketat terhadap pilihan makanannya. Menurut American Psychological Association (APA), dalam jangka panjang kebiasaan ini bisa memicu berbagai masalah terkait defisiensi atau kekurangan nutrisi.

Masalah jantung dan pembuluh darah adalah salah satunya. Apabila pilihan makanan lebih banyak mengandung garam dan kolesterol, maka seorang penderita SED akan berisiko mengalami hipertensi, serangan jantung maupun stroke.

Sedangkan jika cenderung memilih soda dan makanan manis, gigi akan menjadi mudah keropos. Demikian juga apabila tidak menyukai susu atau makanan lain yang mengandung kalsium, maka tulang akan mudah keropos.

Berbagai penelitian belum berhasil menyimpulkan dengan pasti bagaimana gangguan tersebut bisa terjadi, namun diduga terkait respon tertentu terhadap makanan yang memiliki tekstur dan bau tertentu. Spekulasi yang lain mengatakan, gangguan obsesif-kompulsif (tidak mampu mengontrol pikiran) turut berperan dalam SED.

Sebagai bentuk kepedulian, para psikolog di APA tengah mempertimbangkan untuk mensejajarkan SED dengan gangguan pola makan utama seperti anorexia dan bulimia. SED akan dimasukkkan dalam kategori gangguan pola makan yang 'tidak dinyatakan khusus'.

Jika disepakati, kategori baru tersebut akan dimunculkan oleh APA dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi yang akan datang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons