Senin, 04 Oktober 2010

Kepribadian Orang Bisa Ditebak dari Ukuran Otak


AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Ilustrasi (foto: getty images)
Minneapolis, Bukan hanya dari sikap atau perilaku, kepribadian seseorang juga bisa diamati dari perbedaan ukuran pada bagian tertentu di otaknya. Ukuran tersebut juga bisa berubah, mengikuti perkembangan kepribadian.

Dikutip dari LiveScience, Jumat (25/6/2010), Colin DeYoung dari University of Minnesota mengungkap hal tersebut setelah mengamati hasil pemindaian otak 116 partisipan. Gambar tersebut lalu dibandingkan dengan hasil tes kepribadian.

Dari hasil pengamatan, DeYoung mendapati bahwa beberapa bagian otak mempunyai ukuran yang bervariasi. Perbedaan ukuran di bagian tersebut terkait dengan 4 tipe kepribadian yakni neuroticism, ekstrovert, contiousness (cermat), dan alturistik.

1. Tipe kepribadian neurotics

Tipe ini cenderung memiliki perasaan negatif, umumnya memiliki ukuran mid-congulate cortex yang lebih besar. Bagian tersebut diyakini merupakan pusat respon nyeri yang terjadi secara fisik maupun emosional.

Selain itu, pribadi yang neurotik memiliki dorsomedial prefrontal cortex yang lebih kecil. Bagian ini merupakan pusat regulasi atau pengaturan emosi di otak.

2. Tipe kepribadian ekstrovert
 
Tipe ini memiliki ukuran otak yang lebih besar di bagian medial orbitofrontal cortex, bagian yang terlibat dalam memproses perasaan dihargai. Kepribadian ini dicirikan dengan sikap peramah, supel, dan asertif.

3. Tipe kepribadian constentiousness
 
Tipe ini memiliki ukuran lebih besar di bagian midle frontal gyrus, bagian yang berperan dalam perencanaan dan kemampuan mengingat. Pribadi yang constientious umumnya sangat teliti, disiplin dan penuh perencanaan.

4. Tipe kepribadian altruistik
 
Tipe ini memiliki ukuran lebih besar di bagian posterior cingulated cortex (PCC), yang mendorong seseorang untuk lebih toleran terhadap keyakinan orang lain. Seseorang yang altruis punya kemampuan untuk memahami orang yang berbeda pandangan.

Meskipun demikian, DeYoung memberi catatan bahwa bagian manapun di otak selalu tumbuh dan bisa berubah sebagai respons terhadap pengalaman. Perubahan yang terjadi di otak juga akan berkaitan dengan berubahnya kepribadian seseorang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons