Senin, 04 Oktober 2010

Alasan Kenapa Sarapan Harus dengan Telur


Memilih telur sebagai menu sarapan pagi ternyata memberi manfaat lebih bagi mereka yang menjalani program diet. Sarapan telur setiap hari dapat mengurangi rasa lapar dan menurunkan asupan kalori saat makan siang dan bahkan selama seharian.


Studi terbaru para ahli di Universitas Connecticut yang dilansir Kompas.com edisi Selasa (28/9) menyatakan, pria yang sarapan berbahan telur ternyata mengasup lebih sedikit kalori ketika disuguhi beragam menu makan siang.

Hal berbeda ditunjukkan para pria yang menyantap roti bagel kaya karbohidrat yang bernilai kalori sama dengan hidangan telur. Hasil studi yang dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Nutrition Research ini mendukung riset sebelumnya, yang menyatakan santapan telur saat sarapan pagi merupakan salah satu cara diet membatasi kalori.

Mereka yang kelebihan berat badan mampu memangkas 65 persen bobotnya setelah menjalani diet ini dan mereka lebih enerjik ketimbang mereka yang memilih roti bagel. Semakin banyak bukti yang mendukung pentingnya protein berkualitas tinggi bagi kesehatan secara umum dan khususnya protein saat sarapan.

"Kami menguji dua jenis sarapan orang Amerika, dan laporan para partisipan tentang penilaian mereka menunjukkan bahwa sarapan yang kaya protein dapat menunda lapar," ujar Dr Maria Luz Fernandez, penulis riset dan profesor dari Departmen Ilmu Nutrisi Universitas Connecticut.

Ia menambahkan, mengawali hari dengan sarapan protein berkualitas tinggi seperti telur adalah cara yang hebat untuk mempertahankan rasa kenyang dan menurunkan asupan kalori. Dengan hanya 70 kalori, telur adalah makanan yang padat dan sumber protein berkualitas tinggi.

"Sekitar setengah dari protein telur dengan beragam nutrien yang dikandungnya, terdapat pada kuning telur. Oleh sebab itu, saya selalu menyarankan untuk menyantap telur dengan kuningnya, " ujar Helenbeth Reynolds, salah seorang konsultan diet dan nutrisi.

10 Fakta Menarik tentang Telur

1. Telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen. Bandingkan dengan daging ayam (80 persen) dan susu (75 persen).

2. Kulit telur terbuat dari kalsium karbonat yang juga merupakan bahan dasar utama beberapa jenis antacids. Sekitar 9-12 persen berat telur terdiri dari kulitnya. Kulit telur juga memiliki pori-pori sehingga oksigen bisa masuk dan karbon dioksida serta hawa lembab keluar.

3. Putih telur terbuat dari protein yang disebut albumen dan juga mengandung niasin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), klorin, magnesium, potasium, sodium dan sulfur. Putih telur ini mengandung 57 persen dari protein telur.

4. Warna kuning dari telur ditentukan oleh makanan ayam betina. Makin banyak padi-padian yang memiliki pigmen kuning dan oranye yang dimakan si ayam betina, makin kentallah warna kuning telurnya.

5. Warna telur juga bervariasi sesuai usia dan faktor lainnya. Menurut Egg Safety Center, Amerika, warna putih telur yang agak keruh justru menandakan bahwa telur itu segar. Warna putih yang jernih menandakan telur itu berasal dari ayam yang sudah tua. Hindari mengonsumsi telur yang warna putih agak merah muda atau berubah warna lain.

6. Terkadang ada sedikit darah dalam telur. Darah ini berasal dari pembuluh darah di kuning telur yang pecah. Namun, telur ini tetap aman dikonsumsi.

7. Ketika ditetaskan, suhu telur sekitar 40,5 derajat celsius. Semakin dingin, cairan di dalamnya akan mengendap dan terbentuk sel udara di antara dua lapisan telur.

8. Seekor ayam betina mampu bertelur 250-270 telur setiap tahunnya.

9. Sebagian besar rakyat Amerika lebih menyukai telur ayam yang berwarna putih. Di Indonesia, telur ayam kebanyakan berwarna coklat.

10.Dibandingkan dengan telur ayam, telur itik memiliki bau yang lebih amis dan kulitnya memiliki pori yang lebih besar sehingga lebih cocok dijadikan telur asin.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons